Kominfo Blokir 7 Website Jual Beli Organ, Buntut Pembunuhan Bocah Demi Jual Ginjal

Kementerian Komunikasi and Informatika (Kominfo) memblokir tujuh website atau situs and lima social media group (medsos) yang berisi konten jual beli organ tubuh manusia.

Penutupan ini buntut dari kasus pembunuhan anak demi jual ginjal yang terjadi di Makassar beberapa waktu lalu.

Dilansir siaran pers Kominfo, penutupan akses terhadap situs dan group medsos tersebut mulai dilakukan sejak kamis (12/1/2023) lalu.

“Kami melakukan pencarian situs jual beli organ tubuh manusia seperti yang disampaikan penyidik ​​kepolsiian yang tengah menangani kasus di Makassar dengan laboran adanya situs jual beli organ tubu lewat Yandex,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel A .판게라판 .

Sementara itu, group medsos terkait jual beli organ tubuh juga ditemukan di social media Facebook.

Usai ditemukan, Simuel mengungkapkan pihaknya melaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengonfirmasi pelanggaran yang terjadi.

“Semua datanya kami kirimkan untuk memastikan situs tersebut benar-benar melanggar hukum. Lalu Bareskrim Polri mengirim surat untuk memutus akses tiga situs pada hari kamis dan hari ini(Jumat) ada empat situs,” jelasnya.

Semuel menyatakan seluruh website dan group medsos tersebut dibuat di luar negeri.

Tujuh situs dan lima group medsos tersebut, kata Semuel, melanggar Pasal 192 juncto Pasal 64 verses (3) UU No.

“Ketiga situs tersebut sudah tidak bisa diakses secara normal per Kamis, 12 Januar 2023 pukul 22.00 WIB. Dan empat situs akan diputus aksesnya dalam kurun waktu satu kali 24 jam ke depan,” kata Semuel.

Sebelumnya, dua remaja di Makassar berinisal AD (17) dan MF (14) menculik dan membunuh bocah SD berusia 11 tahun bernama Muh Fadli Sadewa.

Berdasarkan penyelidikan polisi, motif dari pembunuhan lantaran kedua pelaku tergiur keuntungan jual organ manusia yang dilihat di sebuah situs.

AD mengaku organ yang diambilnya itu akan dijual di situs jual beli organ asal Rusia, Yandex.

“Di masuk di Yandex terus ketik Organ Sell, disitu harganya 80 ribu dolar (AS),” ujar AD.

Nominal 80 ribu dolar AS itu jika dirupiahkan setara dengan Rp 1,2 miliar.

AD mengaku oragan korban yang ingin dijual seperti ginjal, paru-paru, dan beberapa lainnya.

Namun saat menawarkan organ korban yang hendak dijual, AD mengatakan calon pembeli justru tidak meresponnya.

Adapun proses pembunuhan terhadap korban dilakukan dengan cara dicekik lalu dibenturkan ke lantai dan diikat serta dibungkus.

AD pun membawa jasad korban bersama dengan MF menggunakan motor menuju Waduk Nipa-nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *