Tanam Padi Maju Hingga Muka Cemberut Saat Bagi Kaus, Puan Tanggapi Bully-an Atas Aksinya Yang Viral

Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberi tanggapan atas sejumlah momen dirinya yang sempat viral di media sosial dan mendapat reaksi negatif dari warganet.

Tanggapan itu disampaikan Puan saat sesi wawancara dengan jurnalis senior Rosiana Silalahi, Kamis (13/1/2023) malam.

Diketahui, sejumlah aktivitas yang dilakukan Puan Maharani sempat viral dan menuai respons negatif dari warganet.

Di antaranya soal vlog Puan Maharani yang dianggap merendahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lalu, viral Puan bersikap jutek saat membagikan kaus dalam sebuah kunjungan kerja di Jawa Barat.

Selain itu, ada pula momen saat Puan menanam padi dengan cara maju ke depan.

Padahal umumnya tanam padi dilakukan dengan cara mundur ke belakang.

Berikut jawaban Puan atas deretan aksinya yang dibully oleh sebagian warganet:

1. Soal vlog yang dianggap merendahkan Presiden Jokowi

Puan Maharani pernah menuai reaksi miring dari warganet terkait vlog yang ia unggah di akun Instagramnya.

Vlog itu memperlihatkan Presiden Jokowi yang tengah berbincang dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jokowi berbincang dengan Megawati jelang acara Rakernas II PDIP pada bulan Juni 2022 lalu.

Vlog itu menuai reaksi negatif karena Puan dianggap tidak sopan karena membuat vlog dengan membelakangi Presiden.

Selain itu, posisi duduk antara Jokowi dan Megawati juga disorot netizen.

Terkait video vlognya itu, Puan memberi penjelasan.

Puan mengatakan vlog itu dibuat di kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Di kantor DPP PDIP itu sebenarnya ada suatu ruangan yang lebih layak untuk menerima Presiden.

Namun, saat itu Presiden Jokowi menolak ke ruangan itu karena ingin bertemu dengan Megawati.

Padahal Megawati tengah berada di ruang kerjanya.

Akhirnya, Jokowi berbincang dengan Megawati di ruang kerjanya yang apa adanya sebagaimana terekam dalam vlog.

Melalui vlog itu, Puan ingin menunjukkan suasana kekeluargaan yang terjadi saat itu.

“Saya ingin menunjukkan suasana kekeluargaan di ruangan Ibu Mega yang memang seperti itu. Dari videonya, saya juga hanya menyapa. Ya itu saja, tidak ada maksud lain. Tidak ada maksud menunjukkan siapa yang lebih tinggi,” kata Puan kepada Rosi.

2. Tanam padi maju

Momen aksi Puan Maharani lainnya yang menuai reaksi negatif adalah saat Puan Maharani menanam pagi dengan cara maju ke depan.

Peristiwa itu terjadi saat Puan berkunjung ke Badung, Bali pada 28 September 2022.

Momen Puan menanam padi dengan sistem maju itu diledek netizen karena umumnya menanam padi dilakukan dengan sistem mundur.

Terkait tanam padi sistem maju itu, Puan mengatakan saat itu ia datang untuk belajar menanam padi dengan ibu-ibu petani di Badung.

“Saya datang ke situ, ketemu ibu-ibu petani untuk belajar nanam padi. Untuk belajar lho, karena saya bukan petani,” kata Puan.

Karena tujuannya belajar, Puan pun mengikuti cara tanam yang dilakuklan ibu-ibu petani di mana cara menanamnya memang sistem maju.

“Jadi saya ikuti apa yang biasa ibu-ibu petani lakukan. Bukan saya ngarang-ngarang pengen nanam maju. Saya ngikutin apa yang sudah dilakukan ibu-ibu petani,” lanjutnya.

Diterangkan Puan, ibu-ibu petani di situ memang menanam padi dengan sistem maju.

Hal ini karena tanam sistem maju itu memiliki kelebihan yakni pengerjaanya bisa lebih cepat.

Caranya dengan dibantu dengan sebuah alat.

Saat itu, Puan pun juga sudah bertanya apakah benar cara nanamnya dengan cara sistem maju.

Ibu petani pun membenarkan bahwa cara tanamnya dengan sistem maju, bukan mundur.

3. Soal sikap cemberut saat bagi-bagi kaus

Momen Puan lainnya yang viral dan menuai reaksi negatif adalah saat Puan bersikap cemberut saat membagi-bagikan kaus.

Peristiwa itu terjadi saat Puan berkunjung ke Pasar Tradisional Pondok Gede, Bekasi, Rabu, 21 September 2022.

Ekspresi Puan yang cemberut terekam dalam video yang kemudian viral.

Lantas, apa kata Puan soal momen itu?

Puan Maharani meminta maaf atas kejadian itu.

“Haduh, pokoknya di kesempatan kali ini, saya minta maaf kalau kemudian, judes banget sih, cemberut banget sih, saya minta maaf,” ujar Puan Maharani di program ROSI KompasTV, Kamis (12/1/2023).

Puan mengatakan, saat itu, cuacanya sedang panas.

“Situasinya saat itu panas banget, terik, kemudian rakyat banyak. Ada yang mau salaman, ada yang mau kaus,” kata Puan.

Seharusnya, lanjut Puan, tim yang di lapangan harus sigap membantu dirinya dalam membagi-bagikan kaus.

Namun, hal itu tak sesuai dengan harapan Puan hingga akhirnya terpasanglah raut cemberut di wajahnya.

“Ya sebagai manusia, ada juga kadangkala jadi bad mood lah, ya karena panas, rakyat banyak, kemudian situasinya tidak mendukung, dan lain sebagainya.”

“Tapi intinya, saya minta maaf kalau itu bikin kok gini, sih, karena nggak ada kata lain,” sambung Puan.

Rosi lantas ikut menegaskan, Puan Maharani sebenarnya marah dengan tim karena tidak sigap.

Puan pun membenarkan ucapan Rosi dengan menegaskan, dirinya tidak marah dan cemberut dengan rakyat.

“Saya mau, ayo cepetan, ini panas, rakyat udah harus segera mendapat kaus, mau salaman,” jelasnya.

Lantaran situasi sudah tidak kondusif, Puan segera masuk ke mobil.

Kepada Rosi, Puan mengakui mendapat pelajaran berharga saat kunjungan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi.

“Tidak boleh terulang, pemimpin dalam situasi apapun tetap harus senyum,” ucap Puan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *