Isu Dikabarkan Harga Pertalite Kini Bakal Naik Jadi Rp 10 Ribu Per Liter

JAKARTA – Kini dikabarkan harga BBM jenis Pertalite diperkirakan mengalami kenaikan menjadi Rp 10 ribu per liter. Hal itu tak lepas dari kenaikan harga minyak dunia dan potensi inflasi. infonya bakal menjadi Rp 10.000 per liter.

Artinya Pertalite kemungkinan ada kenaikan sebesar Rp 2.350 dari harga awal Rp 7.650 per liter.Menanggapi ini, pihak PT Pertamina (Persero) sebut hanya melaksanakan tugas.

Di ketahui kabar kenaikan harga Pertalite ini disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif akhirnya angkat bicara mengenai kabar bakal naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  Pertalite. Arifin menyebutkan, saat ini pemerintah masih dalam tahap pembahasan perihal penyesuaian jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) itu.

Pembahasan rencana kenaikan harga BBM ini juga dilakukan di tengah keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak adanya penambahan subsidi melalui tambahan kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi.

“Kalau memang gak ada alokasinya (penambahan) itu, ya kita harus sesuaikan (harga Pertalite), iya dong kalau gak naik gimana?” kata Arifin.

Arifin juga belum dapat memastikan kapan pembatasan lewat aplikasi MyPertamina melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk juga petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan selesai.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan harga pertalite akan naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Dengan demikian, inflasi 2022 bisa menembus 6-6,5 persen secara year on year.

Bhima menuturkan dampak kenaikan BBM akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam hal ini tenya daya beli masyarakat bakal menurun dan mendorong bertambahnya jumlah orang miskin baru.

“Karena konteksnya masyarakat saat ini sudah menghadapi kenaikan harga pangan, dengan inflasi mendekati 5 persen,” kata Bhima saat dihubungi pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Sinyal kenaikan harga BBM sendiri sudah dibeberkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Menurut Bahlil asumsi harga minyak mentah Indonesia dalam APBN 2022 ditetapkan sebesar US$ 63 per barel, sementara harga minyak rata-rata Januari – Juli telah tembus US$ 105 per barel.

Adapun jika harga minyak saat ini berada di level US$ 100 per barel, maka nilai subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah dapat mencapai Rp 500 triliun.

Namun, jika harga minyak berada di level US$ 105 per barel dengan asumsi kurs dollar di APBN rata-rata Rp 14.750 dan kuota Pertalite bertambah menjadi 29 juta Kilo Liter (KL) dari kuota 23 juta KL, maka subsidi yang harus ditanggung pemerintah bisa tembus hingga Rp 600 triliun.

Alasannya lonjakan harga energi di global, tetapi negara memiliki keterbatasan fiskal di tengah harga rata-rata minyak mentah dunia yang mencapai 105 dollar AS per barrel.

 

 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.