Masa Jabatan Anees Berakhir Pada Oktober 2022, Dan Kementerian Dalam Negeri Tidak Menunjuk Jokowi Sebagai Penjabat Cabang DKI.

Sekretaris Dalam Negeri (Wamendagari) John Wempi Waitipo membeberkan perkembangan terkait penunjukan Pj Kepala Daerah (PJ) Gubernur DKI Jakarta.

Seperti diketahui, masa jabatan DKI Jakarta akan berakhir pada Oktober 2022.

Wimbe mengatakan saat ini sedang dilakukan manajemen untuk menggantikan Anees Basavedan.

“Kami sedang mengerjakan operasi gubernur DKI,” kata Wimbe, Selasa (2/8/2022) usai menghadiri rapat koordinasi nasional yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta Pusat dan Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional BNPT.

Ia mengatakan, “Kami melakukan segala macam kerja sama dengan bisnis yang berkaitan dengan IKN, dan khususnya di Papua Barat Daya mudah-mudahan Papua Barat Daya juga akan melalui proses ini. Ini banyak pekerjaan, dan saya berharap itu akan menjadi lebih cepat setidaknya.” .

Dia mengatakan, kedua kementerian dalam negeri belum mengajukan nama calon gubernur DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Belum” kata Wimpy.

Menurut Mbe, Presiden Joko Widodo memiliki kewenangan untuk memutuskan pejabat gubernur mana yang akan menjabat sebelum Pelkada pada 2024.

“Tugas Presiden adalah menunjuk seseorang (Pj Gubernur),” katanya. Dan kerangka peraturan kami, Kementerian Dalam Negeri, siap beroperasi.”

Mereka juga berharap proses rekrutmen agen ini segera selesai.

“Saya berharap itu akan terjadi,” katanya, “tetapi kita akan melihat perkembangan lebih lanjut karena itu adalah keputusan Presiden.”

Sebagai informasi, izinkan kami memberi tahu Anda bahwa jabatan Anees Basvedan akan berakhir pada 16 Oktober 2022. Kementerian Dalam Negeri akan mengusulkan nama seorang Presiden untuk dipilih dan diangkat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *